Vietnam dan Kamboja berbagi perbatasan darat sepanjang 1.137 km, yang menghubungkan 17 provinsi kedua negara melalui lebih dari 40 pasang gerbang perbatasan. Menurut data dari Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam, nilai perdagangan Vietnam-Kamboja mencapai 10,4 miliar USD dalam 11 bulan tahun 2025, dan diperkirakan mencapai 12 miliar USD untuk sepanjang tahun lalu, dengan perdagangan lintas batas menyumbang prosentase besar dari total nilai perdagangan. Do Viet Phuong, Konselor Perdagangan Vietnam di Kamboja, menekankan bahwa perbatasan memainkan peran kunci dalam pengangkutan hasil pertanian dan barang konsumsi serta investasi.
"Karena kedua negara memiliki perbatasan bersama yang sangat panjang, perdagangan perbatasan selalu menjadi salah satu ciri khas dalam hubungan Vietnam-Kamboja. Faktanya, perdagangan perbatasan menyumbang lebih dari 70% total nilai perdagangan Vietnam-Kamboja. Ada banyak barang, terutama kebutuhan pokok dan barang konsumsi, yang dipasarkan dengan sangat baik dan bersifat dua arah."
Do Viet Phuong, Konselor Perdagangan Vietnam di Kamboja. Foto: Koran Cong Thuong |
Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan perbatasan antara Vietnam dan Kamboja berkembang kuat dalam berbagai bentuk. Menurut data statistik, di Vietnam saat ini terdapat sekitar 218 pasar perbatasan, di antaranya ada 85 pasar (39%) yang terletak di sepanjang perbatasan dengan Kamboja, bersama dengan 8 supermarket dan 1 pusat logistik. Selain itu, prosedur bea cukai di gerbang perbatasan Vietnam-Kamboja saat ini telah mengalami perbaikan signifikan melalui sistem bea cukai elektronik (VNACCS/VCIS).
Di samping hasil-hasil yang telah dicapai, perdagangan perbatasan Vietnam-Kamboja masih menghadapi beberapa keterbatasan yang perlu diatasi. Saat ini, kegiatan perdagangan elektronik dan pembayaran digital lintas batas antara kedua negara belum berkembang sepenuhnya, sehingga memengaruhi kemampuan untuk memperluas perdagangan ke arah yang modern dan berkelanjutan. Untuk mengatasi keterbatasan ini, Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam memimpin proses reformasi hukum untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam perdagangan perbatasan.
Gerbang perbatasan Moc Bai-Tay Ninh. Foto: VOV |
Sementara itu, Kamboja juga sedang meningkatkan kerangka hukum untuk menarik investasi dan mendukung pelaku bisnis. Negara ini telah mengesahkan Undang-Undang (UU) mengenai Investasi yang baru, UU mengenai Persaingan Usaha, UU mengenai Arbitrase Komersial, UU mengenai Perdagangan Elektronik, dan berbagai UU lainnya yang memainkan peran penting dalam memfasilitasi pelaku bisnis dan investor di Kamboja, termasuk perusahaan-perusahaan Vietnam.
Terkait konektivitas infrastruktur perhubungan, kedua negara secara aktif mengimplementasikan Proyek Jalan Tol Kota Ho Chi Minh - Moc Bai (Vietnam) dan Jalan Tol Phnom Penh - Bavet (Kamboja). Pada awal Desember tahun lalu, kedua pihak meresmikan pasangan gerbang perbatasan internasional Tan Nam (Tay Ninh, Vietnam) - Meun Chey (Prey Veng, Kamboja). Berbicara pada upacara peresmian tersebut, Perdana Menteri Kamboja, Samdech Hun Manet menegaskan:
“Upacara peresmian gerbang perbatasan internasional hari ini mencerminkan pencapaian, serta nilai sejarah baru dalam pengembangan hubungan kerja sama antara Kamboja dan Vietnam di semua bidang. Hal ini membawa banyak peluang bagi masyarakat kedua negara di wilayah perbatasan. Di masa depan, lebih banyak gerbang perbatasan internasional akan ditingkatkan atau dibangun kembali. Infrastruktur pendukung pun telah dan sedang diperbaiki untuk secara aktif mendukung kegiatan-kegiatan produksi dan menghubungkan investor, pengusaha, produk pertanian, dan pariwisata antara kedua negara dengan lebih baik.”
Peresmian gerbang perbatasan internasional Tan Nam (Tay Ninh, Vietnam) - Meun Chey (Prey Veng, Kamboja). Foto: VGP |
Bagi Kamboja, Vietnam merupakan mitra dagang terbesar ketiga di dunia dan terbesar di ASEAN. Dengan fondasi hubungan politik yang kokoh, keunggulan geografis, struktur komoditas yang saling melengkapi, dan tekad kuat dari kedua belah pihak, target nilai perdagangan bilateral sebesar 20 miliar USD akan dicapai. Hal ini akan membuka tahap kerja sama baru yang lebih mendalam, lebih kuat dan bersama-sama melangkah lebih jauh.