Vietnam dan Kuba terus memperdalam lebih lanjut lagi hubungan tradisional

ANH HUYEN
Chia sẻ
(VOVworld) – Presiden Negara Vietnam, Tran Dai Quang, Selasa (15/11), memulai kunjungan resmi  di Republik Kuba dari 15-17/11 atas undangan Ketua Dewan Negara dan Ketua Dewan Menteri Kuba, Raul Castro.

(VOVworld) – Presiden Negara Vietnam, Tran Dai Quang, Selasa (15/11), memulai kunjungan resmi  di Republik Kuba dari 15-17/11 atas undangan Ketua Dewan Negara dan Ketua Dewan Menteri Kuba, Raul Castro. Kunjungan ini bermaksud memperdalam lebih lanjut lagi hubungan solidaritas istimewa, kerjasama komprehensif dan saling  kepercayaan menyeluruh antara Partai Komunis, Negara dan Rakyat dua negeri Vietnam dan Kuba. 


Vietnam dan Kuba terus memperdalam lebih lanjut lagi hubungan tradisional - ảnh 1
Upacara penyambutan di bandara (ilustrasi)
(Foto: vov.vn)

Hubungan Vietnam-Kuba dibangun dan dipupuk dari perasaan solidaritas, persahabatan dan saling membantu antara sesama saudara, diuji melalui saat-saat yang sulit, banyak pasang-surutnya sejarah dan menjadi aset yang tak ternilaikan harganya serta merupakan sumber inspirasi yang besar bagi usaha revolusion di masing-masing negara.


Hubungan istimewa

Dalam sejarah dunia kontemporer, jarang ada hubungan istimewa seperti hubungan antara dua Partai Komunis, dua Pemerintah dan rakyat dua negeri Vietnam dan Kuba. Pimpinan dan rakyat dua negara Vietnam dan Kuba selalu memahami arti penting hubungan antara dua negara dan selalu menganggap ini sebagai aset yang tak ternilaikan harganya dari dua bangsa. Jarak geografi yang terlalu jauh telah tidak lagi menjadi masalah bagi  pembentukan dan pengembangan hubungan yang terkait dan setia antara Vietnam dan Kuba. Dalam waktu lebih dari  separo abad ini, dua negara selalu bahu-membahu dalam perjuangan pembebasan nasional. Pada waktu yang paling sulit dalam perjuangan pembebasan nasional Vietnam, Partai Komunis, Negara dan rakyat Kuba selalu berjalan seperjalanan dan memberikan dukungan bernilai dan efektif baik secara spirituil maupun materiil kepada Vietnam. Sepanjang masa dimana Kuba menderita embargo ketat yang dikenai oleh Amerika Serikat dan dirusak oleh bencana alam yang bertubi-tubi serta menghadapi banyak kesulitan, Partai Komunis, Negara dan rakyat Vietnam telah memberikan dukungan sepenuh hati kepada Kuba. Vietnam selalu memperhatikan, memantau dan merasa gembira menghadapi prestasi-prestasi yang dicapai oleh rakyat Kuba dalam proses melaksanakan garis politik mutakhir dari pola perkembangan sosial-ekonomi yang diesahkan oleh Kongres Nasional ke-6 Partai Komunis Kuba, bersamaan itu menyatakan kepercayaan bahwa di bawah kepemimpinan yang bijaksana dari Partai Komunis Kuba, pemimpin Fidel Castro dan Presiden Raul Castro, rakyat Kuba akan mengatasi semua kesulitan dan terus mengembangkan Tanah Air.


Menciptakan ancang-ancang bagi kerjasama ekonomi bilateral

Mengembangkan tradisi  istimewa itu, pimpinan dan rakyat Vietnam dan Kuba telah berusaha keras untuk memperdalam hubungan bilateral, yang dimanifestasikan melalui hasil-hasil yang dicapai dalam kunjungan permanen satu sama lain yang dilakukan oleh pimpinan senior dan pimpinan berbagai tingkat dua negara. Dua pihak melakukan secara permanen dan efektif mekanisme kerjasama Komite Antar-Pemerintah, lokakarya teori antara dua Partai, konsultasi politik antara dua Kementerian Luar Negeri dan dialog tentang keamanan-pertahanan. Kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi mengalami banyak perubahan positif, pertukaran perdagangan belakangan ini mencapai lebih dari 200 juta dolar Amerika Serikat per tahun yang pada pokoknya Vietnam mencapai surplus. Vietnam pada pokoknya mengekspor  beras dan barang konsumsi ke Kuba dan mengimpor produk biologi, obat-obatan dan lain-lain dari Kuba. Khususnya, dua pihak telah mencapai hasil-hasil yang menggembirakan dalam proyek-proyek produksi padi, beras, kacang-kacangan, budidaya hasil perikanan, produksi produk biologi, kebudayaan, olahraga, pariwisata, pendidikan, pelatihan purna universiter dan lain-lain. Tentang pertanian, proyek kerjasama membantu Kuba mengembangkan produksi padi dan beras tahap 2011-2015 mencapai hasil yang positif. Berbagai proyek membantu Kuba mengembangkan produksi jagung, kedelai dan budidaya hasil perikanan telah mengakhiri tahap pertama dan sekarang sedang terus melaksanakan tahap ke-2. Dua pihak terus meneliti dan menggelarkan proyek-proyek pertanian dan perikanan yang lain pada waktu mendatang.

Tentang investasi, pada latar belakang situasi baru, badan-badan usaha Vietnam sedang mendorong proyek-proyek investasi di Kuba tentang pembangunan infrastruktur, bahan pembangunan dan produksi barang konsumsi. Tentang diplomatik multilateral, dua pihak mempertahankan hubungan kerjasama dan saling membantu di organisasi-organisasi internasional dan forum multilateral, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selama ini, Pemerintah Vietnam selalu memacu dan menciptakan syarat yang kondusif kepada komunitas badan usaha dua negara untuk memperluas kerjasama dengan maksud meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan sepadan dengan hubungan politik, diplomatik dan persahabatan tradisional yang istimewa antara dua negara. Semakin ada banyak badan usaha Vietnam yang memperhatikan dan mencari tahu tentang kesempatan bisnis dan mengembangkan proyek-proyek investasi di Kuba. Pada pihaknya, Kuba juga berinisiatif mengeluarkan rekomendasi kepada badan-badan usaha Vietnam supaya ikut melakukan investasi di bidang-bidang yang potensial seperti produksi bahan pangan, eksplorasi dan eksploitasi migas, industri, pariwisata, bio-teknologi dan bidang-bidang prioritas perkembangan di Zona Ekonomi Istimewa Mariel.

Kunjungan resmi di Kuba yang dilakukan oleh Presiden Vietnam, Tran Dai Quang tidak hanya mempererat hubungan istimewa, tapi juga memperluas peta jalan kerjasama ekonomi antara Vietnam dengan Kuba pada periode baru. Ini merupakan kesempatan bagi dua pihak untuk mendorong solusi-solusi kerjasama ekonomi dan perdagangan untuk meningkatkan efektivitas dan kesinambungan serta sesuai dengan syarat yang baru dan kepentingan masing-masing negara.  


Komentar