Hoang Van Doanh (Dusun Cam Gia 4, Kecamatan Gia Sang, Provinsi Thai Nguyen) membersihkan kebun persik setelah banjir (Foto: Hoang Tu/VOV) |
Setelah diterjang dua banjir akibat badai Yagi (September tahun 2024) dan badai Matmo (Oktober tahun 2025), daerah penanaman pohon persik Cam Gia yang dulunya subur dan penuh vitalitas kini menjadi busuk dan hancur. Para petani mengalami kesulitan karena menderita kerugian besar, bahkan banyak rumah tangga kini menjadi “tangan kosong”. Namun dengan kegairahan dan semangat untuk melestarikan desa kerajinan tradisional, masyarakat Cam Gia tidak menyerah pada bencana alam. Pasca banjir, mereka dengan giat membersihkan lahan/kebun dan mulai menanam bibit baru. Di dusun Cam Gia 4, Hoang Van Dang, pemilik kebun persik seluas 5.000 meter persegi tampak rajin merawat pohon persik yang tersisa demi persiapan Hari Raya Tet.
“Keluarga saya berhasil menyelamatkan beberapa puluhan lusin pohon persik, meskipun hanya menyisakan bonggolnya untuk musim lanjutnya. Pasca banjir, kami telah berhasil menanam bunga seperti bunga lili, bunga anyelir agar dapat dipanen tepat pada Hari Raya Tet untuk memperoleh pendapatan”.
Setelah banjir, Hoang Van Doanh memutuskan untuk menanam bunga lili dan bunga anyelir (Foto: Hoang Tu/VOV) |
Dalam mendampingi para petani pohon persik, Komite Rakyat Kecamatan Cam Gia mengarahkan para personel spesialis untuk berkoordinasi dengan desa kerajinan dan asosiasi petani pohon persik setempat guna mendata luas kerugian setiap rumah tangga. Hal ini bertujuan agar mereka mendapat bantuan sesuai dengan kebijakan Provinsi. Bank Kebijakan Sosial juga menunda dengan sementara kewajiban pembayaran pajak, membebaskan suku bunga pinjaman, sekaligus memberikan pinjaman baru agar masyarakat dapat segera memulihkan kembali desa kerajinan pohon persik yang terkenal tersebut.
Asosiasi Petani Kecamatan Gia Sang mendatangi setiap perkebunan untuk mendata kerugian, memberikan panduan teknis penanggulangan dampak bencana, serta memotivasi masyarakat agar terus berproduksi. Asosiasi ini juga berkoordinasi untuk mencari sumber benih tambahan dan mendukung perbaikan lahan guna memastikan pohon persik tumbuh lebih stabil. Nguyen Thi Thuy Nga, Wakil Ketua Asosiasi Petani Kecamatan Gia Sang, Provinsi Thai Nguyen menyampaikan:
“Pemerintahan daerah dan Asosiasi Petani Kecamatan menyemangati masyarakat untuk mengelola lahan yang tersisa, melakukan pemulihan serta dan menciptakan peluang pendapatan baru. Asosiasi juga merekomendasikan beberapa bank untuk mengurangi suku bunga kepada para petani pohon persik yang sedang meminjam pinjaman agar mereka dapat memulihkan kegiatan produksi”.
Nguyen Van Bang mereawat pohon persik pasca banjir (Foto: Hoang Tu/VOV) |
Bencana alam memang telah menguras banyak tenaga dan harta benda, namun tidak mampu mematahkan tekad masyarakat untuk mengatasi kesulitan. Kuncup-kuncup hijau mulai bertumbuh di kebun-kebun persik Cam Gia. Puluhan pohon persik sedang berakar dan bertunas, barisan tanaman bunga lili dan krisan yang menghijau dijanjikan akan mekar pada Hari Raya Tet. Hal itu tidak hanya mendatangkan pendapatan saja, tetapi juga menegaskan semangat pantang menyerah dan ulet keuletan masyarakat Cam Gia dalam memulihkan kembali desa kerajinan pasca banjir.