Inti Sari Kerajinan Tenun Brokat Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan An Cu, Provinsi An Giang

Ngoc Anh
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Berbicara mengenai kerajinan tenun brokat masyarakat etnis minoritas Khmer, kita tentu tidak bisa melewatkan Dusun Sray Skoth, Kecamatan Van Giao, Kotamadya Tinh Bien, Provinsi An Giang (sebelum penggabungan), kini Kecamatan An Cu, Provinsi An Giang. Daerah ini memiliki kerajinan tenun tradisional yang sudah ada sejak lama dan terkenal dengan produk yang halus, bahan alami digunakan untuk mencelup kain sehingga tercipta menjadi ciri khas brokat masyarakat Khmer.

Kerajinan tenun brokat masyarakat etnis Khmer di Kecamatan An Cu telah ada selama berabad-abad. Dahulu, setiap keluarga di daerah ini memiliki alat tenun sendiri agar para perempuan dapat menenun kain, menjahit pakaian, selendang, sarung, dll. Meski sempat mengalami pasang surut sejarah dan hampir punah, titik balik kebangkitan kembali kerajinan ini terjadi pada tahun 1998.  Saat itu, Organisasi CARE dari Australia – sebuah lembaga swasdaya masyarakat internasional yang beraksi mengentaskan kemiskinan di seluruh dunia dan memberikan pertolongan darurat – berkoordinasi dengan Serikat Perempuan Provinsi An Giang untuk melaksanakan proyek "Memulihkan Desa Tenun Brokat Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan Van Giao".

Inti Sari Kerajinan Tenun Brokat Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan An Cu, Provinsi An Giang - ảnh 1Neang Chanh Da Ty, Kepala Koperasi Penenun Brokat Khmer Van Giao (Foto: VOV)

Pada tahun 2002, Koperasi Tenun Brokat dari Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan Van Giao (sekarang Kecamatan An Cu) resmi didirikan. Sejak itu, kerajinan tenun brokat kembali menggeliat dan produk brokat merekapun segera populer di pasar dalam dan luar negeri karena desainnya yang beranekaragam, warna yang lembut, dan motifnya yang artistik. Neang Chanh Da Ty, Kepala Koperasi Penenun Brokat Khmer Van Giao, mengatakan:

“Keluarga saya telah menjalankan kerajinan ini selama tiga generasi: nenek, ibu saya, dan saya. Kerajinan tenun brokat dari masyarakat etnis Khmer di daerah ini telah ada sejak lama, dengan beberapa produk khas yaitu baju, selendang, sarung, tas… Keindahan dan keunikan tenun brokat dari Masyarakat Etnis Khmer dibuat secara manual. Banyak produk dipesan Kamboja.”

Pada tahun 2006, produk "Sutra Brokat Van Giao" mendapatkan perlindungan merek dagang kolektif oleh Direktorat Kepemilikan Intelektual (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Pada tahun 2007, kerajinan tenun brokat Kecamatan Van Giao diakui oleh Komite Rakyat Provinsi An Giang sebagai kerajinan tradisional. Puncaknya, pada awal tahun 2023, produk "sarung" buatan desa kerajinan tenun brokat Khmer Van Giao mendapat standar OCOP (Program Nasional Setiap Kecamatan Satu Produk) bintang 3. Selain itu, produk-produk desa tersebut terus diakui sebagai produk industri pedesaan khas di Vietnam Selatan.

Inti Sari Kerajinan Tenun Brokat Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan An Cu, Provinsi An Giang - ảnh 2Kerajinan tenun brokat Masyarakat Etnis Khmer tidak hanya memberikan mata pencahariaan kepada masyarakat sekaligus menjadi nilia tradisional yang unik dari masyarakat Etnis Khmer (foto: Ngoc Anh/VOV)

Desain motif kain brokat Masyarakat Etnis Khmer  memiliki kaitan erat dengan budaya, kepercayaan, dan kehidupan sehari-hari, mulai dari motif pagoda, bunga, daun hingga Shang Buddha. Rahasia di balik warna-warna indah dan brokat Khmer Masyarakat Etnis yang berkualitas tinggi adalah penggunaan bahan-bahan perwarna alami yang menghasilkan sutra yang  halus dan. Pengrajin Neang Chanh Ty berbagi:

“Desa ini mempunyai 63 rumah tangga yang aktif menenun. Karena produk-produknya ditenun dan dibuat secara manual, hasilnya sangat indah. Kainnya terbuat dari sutra, sehingga terasa agak lembut. Proses yang paling sulit adalah pembentukan, pewarnaan sutra, serta pembuatan kapas. Produk-produk tersebut dijual ke Kamboja, dan kepada wisatawan Inggris dan Amerika Serikat”.

Pemerintahan Kecamatan An Cu menetapkan kerajinan tenun brokat Masyarakat Etnis Khmer sebagai mata pencaharian bagi masyarakat sekaligus nilai tradisional unik masyarakat etnis Khmer. Nguyen Duy Phong, Ketua Komite Rakyat Kecamatan An Cu, mengatakan:       

“Solusi utamanya adalah memperluas pasar konsumsi. Kecamatan mempromosikan produk-produk desa kerajinan tenun dalam event-event politik dan budaya, festival, pameran…dan  secara bertahap membawa produk-produk tersebut kepada konsumen dan wisatawan di luar daerah. Kecamatan sedang membuat peta industrialisasi pertanian untuk merancang area bahan baku. Pengembangan kerajinan tenun brokat ini sesuai arah yang terkait dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,  guna secara bertahap membentuk model pariwisata berbasis pengalaman di desa kerajinan yang disinergikan dengan pengalaman kehidupan dan budaya masyarakat Khmer.”

Saat ini, produk tenun brokat Masyarakat Etnis Khmer di Kecamatan An Cu hadir di pasar di dalam dan luar Provinsi An Giang dengan merek “Silk Khmer”. Tidak hanya menjadi oleh-oleh yang menarik bagi wisatawan dari semua penjuru tanah air, “Silk Khmer” juga diekspor ke negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, dan Myanmar.

Komentar