Sekjen To Lam berbicara pada Konferensi tersebut (Foto: Van Hieu/VOV) |
Di depan Konferensi ini, Sekjen To Lam menilai tinggi prestasi dan hasil yang sudah dicapai Pemerintah pada tahun 2025 tentang pengekangan diri inflasi, pertumbuhan PDB tahun 2025 milik kelompok tinggi di kawasan, menegaskan bahwa ini merupakan pencapaian menonjol, menunjukkan dengan jelas daya tahan perekonomian di konteks dunia yang mengalami banyak gejolak.
“Berfokus mengatasi semua sumbat dan problematik tentang institusi guna melancarkan sumber daya yang sedang menjumpai hambatan. Kita membutuhkan perubahan yang kuat dari substansial dari pola pikir “ manajemen” ke pola pikir pembangunan-penciptaan”; Seiring dengan itu adalah tekat mempertahankan kestabilan ekonomi makro; mengekang inflasi, menjamin semua keseimbangan besar; menyelenggarakan tahun fiskal-moneter, berkoordinasi erat, fleksibel dan kealihan teknis berdasarkan prinsip-prinsip dasar, menghindari penyalahgunaan tindakan administratif”.
Panorama konferensi tersebut (Foto: Van Hieu/VOV) |
Tentang target-target konkret, Sekjen To Lam juga meminta Pemerintah supaya perlu memusatkan pengembangan berbagai industri fundamental, industri kunci, internaslisasi strategi “Make in Vietnam”, pemanfaatan ekonomi maritim, ekonomi samudra biru, ekonomi ruang angkasa (di udara dan dibawah tanah), dan ekonomi berbagi secara selektif; menarik investsi sing langsung (FDI) dan lain- lain….
Para peserta konferensi tersebut (Foto: Van Hieu/VOV) |
Tentang masalah pertahanan- keamanan dan urusan luar negeri, Sekjen To Lam meminta supaya terus membangun pertahanan seluruh rakyat yang kuat, posisi pertahanan militer, kawasan yang mantap; mengembangkan industri pertahanan, keamanan mandiri, pemanfaatan double, modern, meningkatkan kekuatan perpaduan dari angkatan bersenjata, terus melakukan dengan baik pekerjaan perlindungan warga, mendorong diplomasi budaya, diplomasi rakyat, melalui itu meningkatkan posisi dan prestise internasional dari Vietnam.