Dalam pertemuan tersebut, ia berbagi tentang perjalanan kreatifnya, menekankan bahwa menulis kisah perjalanan bukan sekadar mencatat sebuah perjalanan, melainkan juga merupakan cara untuk menceritakan kisah tentang manusia, budaya, serta pengalaman pribadi di setiap daerah yang dikunjungi. Menurutnya, sebuah tulisan perjalanan yang menarik harus memiliki pengamatan yang tajam, emosi yang tulus, serta rasa tanggung jawab terhadap tempat yang telah datangi.
Sastrawan Indonesia, Gol A Gong dalam pertemuan tersebut (Foto: Nguyen Ha/VOV) |
Sastrawan Gol A Gong juga berbagi bahwa ia telah mengunjungi 21 negara di dunia. Setelah setiap kunjungan, ia selalu menghasilkan karya-karya yang menceritakan kisahnya di berbagai wilayah yang berbeda. Khusus untuk Vietnam, ini merupakan kunjungan keduanya, dan setiap kunjungan selalu meninggalkan banyak kesan dan emosi baginya:
“Saya terkejut karena pariwisatanya berkembang dengan baik. Dulu saya ke Kota Ho Chi Minh dan kali ini Hanoi. Baru datang ke sini saya merasa senang, pesan Grab mudah, bis kota mudah, taman-taman indah.... Saya terkesan dengan “train street” di Hanoi. Vietnam dan Indonesia memiliki banyak kesamaan budaya, terutama keramahan masyarakat kedua negara. Saya berencana menulis tentang pariwisata Vietnam, tempat-tempat yang sudah saya datang seperti: Danau Barat, “train street”...
Para peserta memberikan pertanyaan yang menarik kepada sastrawan Gol A Gong (Foto: Nguyen Ha/VOV) |
Acara tersebut menarik perhatian para pencinta tulis-menulis, mahasiswa Vietnam, serta komunitas warga Indonesia yang sedang tinggal dan bekerja di Kota Hanoi. Banyak pertanyaan diajukan seputar keterampilan menulis dan cara menemukan bahan tulisan dari perjalanan-perjalanan yang dilakukan. Thanh Hang, mahasiswa jurusan Asia Tenggara, Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora Hanoi, berbagi pendapat:
“Setelah mengikuti acara hari ini, saya merasa sangat terinspirasi. Saya adalah sering berjalan-jalan, tetapi belum pernah menulis sebelumnya. Setelah kegiatan hari ini, saya memiliki motivasi untuk menulis lebih banyak dan membuat sebuah buku harian agar di kemudian hari dapat menyimpan banyak hal”.
Acara tersebut merupakan kesempatan untuk menghubungkan budaya Vietnam dan Indonesia, sekaligus menginspirasi kepada pecinta wisata dan ingin menceritakan kisah dengan bahasanya sendiri.
Heri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan nama pena Gol A Gong (lahir 15 Agustus 1963) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Gol A Gong pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia periode 2015-2020. Tulisan-tulisannya telah dimuat di berbagai media massa dan terbit berupa buku. Saat ini, beliau menjabat sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021 - 2026.