Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, kandidat Presiden dari Partai Demokrat. Foto: Kyodo/VNA |
Konkretnya, menurut hasil survei yang diumumkan NBC pada Minggu (22 September), di antara 1.000 pemilih yang dikonsultasikan, ada 48% responden yang memberikan tanggapan positif terhadap Harris, sementara itu Trump hanya menerima 38%. Sementara itu, survei CBS menunjukkan bahwa Harris unggul 4 poin persen dari Trump, dengan rasio 52-48%.
Kalangan analis menilai bahwa meski berbagai jajak pendapat di seluruh AS menunjukkan banyak tanda penting, tetapi jumlah suara elektoral baru merupakan faktor yang menentukan kemampuan Trump atau Harris untuk menang. Di antaranya, ada beberapa negara bagian yang memainkan peranan kunci dalam perlombaan ini seperti Pennsylvania, Nevada atau Wisconsin.