Sejak awal tahun hingga kini, Provinsi Quang Ninh telah menyelenggarakan berbagai pelatihan penerapan keterampilan digital bagi puluhan ribu pegawai negeri dan masyarakat, yang berkontribusi dalam membentuk kebiasaan beraktivitas di ruang digital. Foto: Vu Mien /VOV) |
Di Wisma budaya Desa Thong Nhat, Kecamatan Hai Lang, pelatihan teknologi yang oleh warga disebut sebagai “Bình dân học vụ số” (artinya gerakan memasyarakatkan keterampilan digital) selalu berlangsung dalam suasana yang dinamis. Kelas-kelas khusus ini diikuti oleh banyak warga lanjut usia yang untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi VNeID, melakukan pembayaran non-tunai, atau membaca pengumuman melalui di grup Zalo dan Facebook. Para pemuda desa berperan sebagai “tim teknologi digital”, yang secara langsung mendampingi dan memberikan petunjuk kepada warga, langkah demi langkah.
Bapak Pham Hong Phong, 75 tahun, Wakil Sekretaris Resor Partai Komunis Vietnam sekaligus Kepala Badan Front Tanah Air Desa Thong Nhat, yang tengah berlatih mengirim laporan melalui aplikasi “Front Digital”, dengan jujur berbagi:
“Anak-anak dalam tim teknologi digital di tempat hidup kami membimbing saya dengan sangat teliti karena “daya ingat” saya sudah tidak banyak baik lagi. Dapat mempelajari teknologi digital merupakan hal yang sungguh luar biasa”.
Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh Kecamatan Hai Lang membimbing para pejabat desa cara menggunakan aplikasi VNeID. (Foto: Vu Mien/VOV) |
Kisah Bapak Phong bukanlah hal yang unik. Sejak awal tahun hingga kini, Provinsi Quang Ninh telah menyelenggarakan pelatihan keterampilan digital bagi lebih dari 15.600 pejabat, pegawai negeri, sekaligus membantu ribuan warga untuk mempraktikkan layanan publik daring, pembayaran non-tunai, penggunaan tanda tangan digital, dan berbagai layanan lainnya. Kelas-kelas “Bình dân học vụ số” ini kini menjadi jembatan yang membantu masyarakat secara bertahap merasa percaya diri dalam lingkungan digital. Program ini juga memberikan kontribusi penting terhadap penilaian kinerja aparatur dan organisasi dasar Partai sesuai dengan Resolusi nomor 57 dari Politbiro tentang terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital nasional.
Berbagi mengenai dampak positif dari program ini, Ibu Nguyen Thi Quyen, Ketua Asosiasi Petani Desa Thong Nhat, Kecamatan Hai Lang, Provinsi Quang Ninh, menyampaikan:
“Transformasi digital seperti ini memperkaya pengetahuan kami; pelan-pelan kami akan tahu dan memahami ilmunya. Saat mengikuti pelatihan, mereka mengajari kami, lalu kami menyampaikan dan mengajarkannya kembali kepada warga. Sekarang tingkat pemahaman masyarakat telah meningkat pesat, mencapai sekitar 80 persen”.
Sementara itu, Ly Thi Trinh, Wakil Ketua Front Tanah Air Kecamatan sekaligus Sekretaris Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh Kecamatan Hai Lang, Provinsi Quang Ninh, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam pelaksanaan transformasi digital:
“Untuk melaksanakan transformasi digital secara efektif , fasilitas seperti perangkat teknologi harus tersedia secara memadai, baik untuk menunjang pekerjaan maupun kegiatan sosialisasi. Selain itu sumber daya manusia harus memiliki pemahaman teknologi informasi, terutama keahlian yang mendalam di bidang teknologi informasi agar dapat membimbing masyarakat dalam penggunaan berbagai aplikasi”.
Quang Ninh saat ini termasuk dalam 3 daerah teratas di seluruh negeri dalam Indeks Inovasi Provinsi (PII) tahun 2025, dan juga merupakan salah satu dari 21 daerah yang telah mencapai 100% cakupan hijau di kecamatan dan desa dalam menerapkan Resolusi 57. (Foto: Vu Mien/VOV) |
Tidak hanya di Hai Lang, di kecamatan perbatasan Hoanh Mo, yang dimana lebih dari 94% penduduknya merupakan masyarakat etnis minoritas, pemerintah setempat telah memperlengkapi kepada desa-desa komputer dan membimbing para pejabat dalam penggunaan berbagai aplikasi digital. Hoang Kien Trung, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Hai Lang, menyampaikan:
“Apabila warga belum berhasil pada percobaan pertama, kami akan memberikan petunjuk kepada mereka untuk percobaan kedua, ketiga, hingga mereka benar-benar mahir. Ke depannya, kami juga akan melibatkan bantuan tenaga inti seperti para guru untuk membantu masyarakat ketika melakukan prosedur administrasi. Selain itu, mereka selalu tersedia aparatur yang siap memberikan bantuan.”
Berbagai kisah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar soal menginstal aplikasi atau mengoperasikan perangkat lunak, melainkan merupakan erubahan dalam pola pikir manajemen, serta cara masyarakat mengakses informasi secara transparan dan cepat. Transformasi ini menjadi langkah maju bagi Provinsi Quang Ninh dalam mempersempit kesenjangan digital antara wilayah perkotaan, pedesaan, dan daerah pegunungan. Lebih dari itu, ini adalah perjalanan menuju pembangunan yang inklusif “agar tidak ada siapa pun yang tertinggal.”
Transformasi digital pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi semata-mata, melainkan tentang manusia. Dan di Provinsi Quang Ninh, kisah ini terus ditulis setiap hari, melalui kelas-kelas literasi digital sederhana, yang membawa semangat pemerintahan modern, melayani masyarakat di era pembangunan baru.