Tonggak-Tonggak Spiritual Kedaulatan Tanah Air di Kepulauan Truong Sa

Thu Lan - Hong Van
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Pagoda-pagoda di Kepulauan Truong Sa (Spratly), Provinsi Khanh Hoa adalah tempat-tempat suci, yang menegaskan bahwa agama Buddha berjalan seiring dengan warga di daerah laut dan pulau. Tidak hanya menjadi tonggak untuk menegaskan kedaulatan di kepulauan Truong Sa, pagoda di sana juga menjadi pedoman arah yang sangat diperlukan para nelayan dalam perjalanan menangkap ikan di lepas pantai, juga diperlukan tentara dan masyarakat di pulau-pulau ini.
Tonggak-Tonggak Spiritual Kedaulatan Tanah Air di Kepulauan Truong Sa - ảnh 1 Pagoda di Pulau Sinh Ton (Foto: VOV)

Di hamparan laut yang tenang pada pagi-pagi hari, suara genta pagoda yang bergema jauh berbaur dengan suara ombak, menjadikan Pulau Song Tu Tay bagaikan sebuah desa yang damai tenteram di daratan. Terletak di pulau terjauh di Kepulauan Truong Sa, Pagoda Song Tu Tay dibangun menurut arsitektur tradisional dengan struktur satu ruangan, dua ruang samping dengan atap melengkung. Di pagoda ini terdapat tiga ruang altar, dan pemujaan para martir, yang berkorban secara heroik demi membela kedaulatan laut dan pulau yang suci sebagai bagian dari tanah air. Thich Thuong Dat, Kepala Pagoda Song Tu Tay, mengatakan:

“Sangat penting, pagoda itu adalah sandaran spiritual dan rohani bagi masyarakat di sini, khususnya para nelayan yang menangkap ikan di lepas pantai. Mereka masuk ke pagoda untuk melakukan ibadah, dan merasa tenang dalam perjalanan menangkap ikan.”

Pagoda-pagoda di Kepulauan Truong Sa, seperti Song Tu Tay, Sinh Ton, Son Ca, Nam Yet, Phan Vinh, semuanya menghadap ke Laut Timur dan menerima sinar matahari paling awal saat fajar menyingsing. Pagoda di Truong Sa tidak hanya menjadi tempat kegiatan keagamaan dan kepercayaan tradisional bagi penduduk dan nelayan, namun juga merupakan manifestasi konkret dan hidup untuk kehidupan kultural dan spiritual masyarakat Vietnam di laut, pulau sejak zaman dahulu. Menurut Vo Thanh Hoa, seorang penduduk Pulau Sinh Ton, karena tinggal di dekat Pagoda Sinh Ton yang kuno, tidak hanya pada hari libur atau Hari Raya Tet saja, setiap hari ia masuk pagoda untuk membakar dupa, berdoa agar cuaca baik.

“Biasanya setiap pagi dan sore, saya pergi ke pagoda untuk membakar dupa, mendoakan kesehatan para komandan, prajurit dan penduduk.”

Phan Van Minh, anggota Pos Mercusuar Son Ca mengatakan bahwa di pulau jauh, kondisi alamnya keras, dan situasinya serba kurang, tetapi setiap hari penduduk pulau itu masih mendengar gaungnya genta pagoda. Di tengah deru ombak, mendengar kata-kata doa membantu ratusan nelayan di pulau itu merasa tenang.

“Pada tanggal 1 dan 15 kalender imlek, setiap bulan saya tetap masuk pagoda untuk membakar dupa dan mendoakan kesehatan keluarga dan semua orang. Saya merasa tenang dan damai.”

Truong Sa sekarang ini bukan lagi kawasan-kawasan pulau kecil yang terpencil di tengah lautan dimana hanya ada ombak dan badai, tetapi menjadi tempat yang akrab dan dekat seperti pedesaan bagi kaum nelayan. Pagoda-pagoda di tengah Laut Timur tidak hanya memenuhi kehidupan spiritual masyarakat di pulau itu, tetapi juga merupakan aspirasi kehidupan damai tenteram bagi setiap penduduknya.

Tonggak-Tonggak Spiritual Kedaulatan Tanah Air di Kepulauan Truong Sa - ảnh 2Pagoda-pagoda di Kepulauan Truong Sa, Provinsi Khanh Hoa adalah tempat-tempat suci, yang menegaskan bahwa agama Buddha berjalan seiring dengan warga di daerah laut dan pulau. (Foto: VOV)

Bhandanta Thich Nguyen Hoa, yang secara sukarela menjadi kepala pagoda-pagoda di Truong Sa selama enam tahun terakhir, mengatakan, di pulau tersebut penduduk tetap mempertahankan kebiasaan masuk pagoda pada tanggal 1 atau 15 kalender imlek untuk melakukan ibadah dan mendengarkan ajaran Buddha. Pada hari biasa, mereka datang untuk membantu bersih-bersih pagoda.

“Pagoda Son Linh itu sakral. Mulai dari komandan, prajurit, penduduk dan nelayan kalau menghadapi suatu masalah, mereka masuk pagoda, maka hatinya akan merasa  tenteram, lega untuk terus menjalankan tugas”.

Pagoda-pagoda di Truong Sa tidak hanya merupakan tempat kegiatan relijius dan kepercayaan tradisional bagi penduduk di kabupaten pulau dan kaum nelayan, tetapi juga merupakan perwujudan konkret dan hidup dalam kehidupan kultural dan spiritual masyarakat Vietnam di laut dan pulau sejak jaman dahulu. Pagoda di Truong Sa menunjukkan ciri budaya yang intinya ialah patriotisme dan tanggung jawab, tekad untuk membela dan memelihara kedaulatan laut dan pulau, sekaligus merupakan tonggak- tonggak spiritual yang menegaskan kedaulatan suci tanah air di Pulau Truong Sa./.

Komentar