Sorotan program tersebut adalah prosesi arak-arakan mengumumkan kabar datangnya musim semi dengan partisipasi 15 ekor kuda. Gambaran prosesi lewat jalan-jalan mengingatkan pada citra pasukan kavaleri Dai Viet dulu, menyimboli kekuatan, keberanian, dan semangat kepahlawanan tradisional.
Di tengan suasana warisan yang bersejarah, prosesi arak-arakan dengan bendera, pakaian tradisional serta musik upacara yang khidmat memanifestasikan ciri budaya yang khas, mengawali perjalanan menyebarkannya nuansa musim semi ke kawasan kota kuno Hanoi.
Rombongan pawai busana kuno yang mengenakan ratusan busana tradisional menciptakan aliran yang warna-warni yang terkesan di kawasan kota kuno.
Suasana Festival Musim Semi semakin meriah dengan tarian tradisional "Con di danh bong".
Suara genderang dan bonang yang berpadu dengan warna-warni festival menciptakan gambaran musim semi yang hidup dan semarak.
Para pemuda peserta pawai busana kuno dengan khidmat dan anggun melintasi jalan-jalan di kawasan kota kuno
Ruang kawasan kota kuno menjadi panggung budaya yang nyata, tempat di mana ritual-ritual festival dihadirkan kembali di tengah-tengah warisan perkotaan khas di Kota Hanoi.
Warna-warni busana kuno, bendera festival dan musik festival menghadirkan musim semi tradisinonal di setiap sudut jalan.
Perjalanan rombongan pejalan kaki melewati jalan-jalan kota tua tampak bagaikan sebuah lukisan festival yang hidup dan semarak.
Masyarakat dan wisatawan bersama berbaur pada kegiatan-kegiatan tradisional pada awal musim semi.
Busana tradisional yang berwarna-warni menghadirkan kembali nuansa Hari Tet, sekaligus menyebarkan keindahan budaya Thang Long dulu.
Prosesi arak-arakan memasuki halaman Kuil Kim Ngan setelah perjalanan melewati jalan-jalan. Di tengah suasana yang khidmat dan hormat, ritual-ritual dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada para leluhur, dan memohon tahun baru yang damai tenteram untuk masyarakat di kawasan kota kuno Hanoi.
Di ruang warisan, berbagai ritual yang diselenggarakan dengan khidmat telah menonjolkan makna religi serta nilai budaya tradisional dalam kehidupan masyarakat Kota Hanoi pada saat Hari Raya Tet tiba, musim semi datang.
Upacara Cao yet (atau melaporkan) dilaksanakan oleh para lansia, badan pelaksana ritual, masyarakat dan wisatawan.
Para seniman menulis kaligrafi "Ma dao thanh cong" untuk dipasang di pohon Neu pada Hari Raya Tet.
Upacara meletakan pohon Neu dilaksanakan oleh para seniman sesuai dengan adat istiadat tradisional. Pohon ini dihiasi dengan banyak barang sesajian yang bermakna spiritual, melambangi harapan akan kedamaian, keberuntungan dan mengusir hal yang tidak bagus pada tahun baru.
Acara tarian Bong Trieu Khuc menyerap partisipasi para pengunjung. Tarian rakyat yang unik ini memiliki makna memohon panen yang berlimpah ruah, memohon kebahagiaan dan menyatakan semangat gembira dalam festival tradisional.