Semua negara perlu menggunakan peluang dan tantangan untuk memulihkan ekonomi dan mekanisme-mekanisme perdagangan multilateral

Chia sẻ
(VOVWORLD) - Untuk  melanjutkan  semua konferensi guna menyiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 ASEAN,  Konferensi sela  ke-10  tingkat Menteri tentang Perjanjian Kemitraan Komprehensif Regional (RCEP) digelar secara virtual  pada Selasa  (23 Juni) pagi di bawah pimpinan Vietnam. 
Semua negara perlu menggunakan peluang dan tantangan untuk memulihkan ekonomi dan mekanisme-mekanisme perdagangan  multilateral - ảnh 1 Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh menghadiri konferensi virtual tersebut (Sumber: Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam)

Ketika berbicara di depan konferensi ini,  Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh  memberitahukan: Hingga saat ini,  perang melawan pandemi Covid-19  di seluruh dunia masih sedang berlangsung. Namun, dalam setiap tantangan,  juga  ada  peluang-peluang dan hal yang penting ialah semua negara RCEP perlu menggunakan dengan baik peluang-peluang itu untuk memperhebat target memulihkan ekonomi dan mengambil lagi sentralitas terhadap perekonomian global. Menteri Tran Tuan Anh mengatakan: “Saat sekarang adalah saat penting bagi semua negara RCEP mendorong  kerja sama perdagangan dan investasi. Penandatanganan  permufakatan RCEP akan mengirim satu indikasi positif  kepada dunia  tentang tekat mengatasi semua kesulitan  dalam wabah dan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di kawasan. Tanpa memperdulikan kesulitan akibat pandemi  Covid-19, semua negara RCEP tetap menggelar banyak sidang virtual untuk mempertahankan motivasi bagi perundingan-perundingan dan memacu  partisipasi India supaya  lebih aktif pada proses ini”.

Dioperasikan dari bulan November 2012, di Phnom Penh, Ibu Kota Kamboja, Perjanjian RCEP meliputi 10 negara anggota ASEAN dengan 6 mitra besar dimana ASEAN telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas yakni Tiongkok, Jepang, Republik Korea, Australia, India dan Selandia Baru. Kalau perjanjian RCEP ditandatagani, maka akan menciptakan satu pasar dengan populasi kira-kira 3,5 miliar konsumen dan GDP-nya hampir 49 triliun USD, menduduki kira-kira 39% GDP global.

 

 

Komentar