Hubungan Vietnam – Jepang: Satu Penggalan Jalan Pembangunan Baru

Van - Hoa
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Atas undangan Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, PM Jepang, Suga Yoshihide akan melakukan kunjungan ke Vietnam pada Oktober ini. Ini untuk kedua kali berturut-turut seorang PM baru Jepang memilih Vietnam menjadi negara pertama dalam kunjungannya setelah dilantik.
Hubungan Vietnam – Jepang: Satu Penggalan Jalan Pembangunan Baru - ảnh 1 PM Jepang, Suga Yoshihide (Foto: Nikkei Asia)

Hal ini menunjukkan hubungan baik, kepercayaan politik dan ekonomi antara dua negara, menunjukkan garis politik luar negeri Jepang yang konsekuen, yaitu menghargai hubungan dengan Vietnam dan ASEAN. Ini juga merupakan persyaratan baru yang menciptakan motivasi untuk satu penggalan jalan kerjasama dan pembangunan antara dua negara.             

Kunjungan tersebut berlangsung di saat hubungan kemitraan strategis yang intensif dan ekstensif antara Vietnam dan Jepang tengah berkembang dengan baik. Jepang terus menjadi mitra ekonomi papan atas bagi Vietnam, juga merupakan negara pemasok bantuan pembangunan resmi (ODA) terbesar, dan investor terbesar ke-dua di Vietnam.

Kestabilan dan Konsistensi dalam Kebijakan

Perihal  PM Suga Yoshihide memilih Vietnam menjadi negara pertama untuk dikunjungi setelah pelantikan sesuai dengan pernyataannya bahwa akan terus melaksanakan kebijakan ekonomi dan luar negeri pendahulunya, Abe Shinzo. Hal ini juga menunjukkan secara jelas kestabilan dan konsistensi dalam kebijakan Pemerintah Jepang terhadap Vietnam, berdasarkan hubungan kemitraan strategis yang intensif dan ekstensif antara dua negara, demi perdamaian dan kemakmuran, yang ditegaskan dalam pernyataan bersama dua negara pada 2014.

Melihat kembali hubungan bilateral, terutama sejak memberikan lagi bantuan kepada Vietnam pada 1992 hingga sekarang, Pemerintah Jepang selalu menghargai peran dan posisi Vietnam, baik politik maupun ekonomi. Jepang adalah negara G7 pertama yang menyambut kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam (1995), juga negara G7 pertama yang menggalang hubungan kemitraan strategis dengan Vietnam (2009), dan negara G7 pertama yang mengundang para pemimpin senior Vietnam menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 yang diperluas di Jepang (2016).

Jepang juga memberikan modal bantuan pembangunan resmi untuk Vietnam sejak awal (pada 1992) dan terus meningkat, hingga sekarang menduduki 1/3 total bantuan resmi negara-negara di dunia untuk Vietnam. Sumber bantuan berharga ini digunakan secara efektif oleh Vietnam dalam proyek-proyek pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi. Banyak proyek menjadi simbol hubungan persahabatan dan kerja sama  antara kedua negara seperti Bandara Internasional Noi Bai, Bandara Internasional Tan Son Nhat, dan Jembatan Nhat Tan.

Setelah hampir 50 tahun menjalin hubungan diplomatik, Vietnam dan Jepang telah menjadi dua negara yang sangat kompak dan tepercaya dalam rangka kemitraan strategis yang intensif dan ekstensif, demi perdamaian dan kemakmuran di Asia. Deputi Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Quoc Dung menilai:

“Hubungan Vietnam – Jepang merupakan hubungan yang sangat istimewa. Jepang sangat menghargai Vietnam dalam berbagai hubungan. Di semua bidang Vietnam ada keberadaan Jepang. Investasi Jepang di Vietnam juga sangat banyak dibandingkan persentase umum dalam ASEAN. Jepang juga merupakan salah satu mitra papan atas yang melakukan investasi di Vietnam, di antaranya ODA”.   

Terus Menjadi Mitra Penting dan Tepercaya

Semua prestasi menonjol dalam hubungan dua negara selama separuh abad belakangan akan terus dipupuk, dikembangkan melalui kunjungan PM Suga Yoshihide di Vietnam kali ini. Vietnam akan menjadi alamat tepercaya untuk para investor Jepang, terutama di bidang-bidang teknologi prioritas di abad XXI, seperti: teknologi digital, telekomunikasi, energi terbarukan, dan sebagainya. Vietnam akan terus menjadi sumber pasokan sumber daya manusia yang besar, memenuhi kebutuhan badan-badan usaha Jepang, khususnya ketika perekonomian Jepang pulih secara cepat setelah pandemi Covid-19. Ketika menilai prospek hubungan bilateral, Duta Besar Jepang untuk Vietnam, Yamada Takio mengatakan:

“Vietnam memainkan peran sangat penting dalam tahapan pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Kerjasama ekonomi Vietnam-Jepang akan mencapai kemajuan yang lebih besar dalam tahapan berikutnya. Menurut saya, peringatan ultah ke-50 penggalangan hubungan diplomatik Vietnam – Jepang akan menjadi momentum yang sangat istimewa. Berdasarkan fondasi baik dari dulu hingga sekarang, Jepang dan Vietnam akan bersama-sama menuju ke hubungan baru. Itulah hubungan setara, bersama-sama melihat dan menghormati satu sama lain”.

Hubungan Vietnam – Jepang: Satu Penggalan Jalan Pembangunan Baru - ảnh 2Ilustrasi (Foto: vinanet.vn) 

Dengan latar belakang keamanan di kawasan yang mengalami banyak tantangan, berbagi informasi, menyetujui pemahaman dan menetapkan pengarahan kerjasama demi perdamaian dan kestabilan di kawasan akan menjadi poin-poin penting dalam pembicaraan antara PM Jepang dan para pemimpin Vietnam pada kunjungan tersebut. Mendorong ekonomi, perdagangan, dan investasi termasuk yang akan disinggung. Komitmen pemimpin dua negara merupakan indikasi penting bagi para investor dan wirausaha untuk mendorong kuat aktivitas bisnis dan investasi di Vietnam.

Dengan semua yang sudah dicapai, bisa dikatakan bahwa hubungan kerjasama Vietnam-Jepang tengah berada dalam tahapan perkembangan terbaik. Perihal PM Suga Yoshihide memilih Vietnam sebagai tempat tujuan pertama dalam perlawatan ke luar negeri pertama menunjukkan kepercayaan akan prospek kerjasama baru antara dua negara.

Komentar