Veteran Perang Tran Quang Du – Penyebar Benih dalam Hubungan Persahabatan Vietnam-Kamboja

Van Hoa
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Guru adalah orang-orang yang mengayuh perahu untuk membawa generasi-generasi muda ke tepian pengetahuan dan moral. Veteran perang Tran Quang Du adalah seorang guru yang demikian itu, ketika ia telah mempersembahkan lebih dari separo hidupnya untuk mengajar bahasa Khmer serta menyebarkan benih yang indah bagi hubungan persahabatan Vietnam-Kamboja.
Veteran Perang Tran Quang Du – Penyebar Benih dalam Hubungan Persahabatan Vietnam-Kamboja - ảnh 1Pak guru Tran Quang Du

“Pak guru Khmer” adalah nama tercinta yang diberikan berbagai generasi pelajar kepada veteran perang Tran Quang Du – prajurit gagah berani dari Tentara Perbatasan Vietnam. Rumah milik pak guru dengan 40 tahun berkaitan dengan tugas penyebar benih hubungan persahabatan Vietnam-Kamboja, terletak di gang nomor 498, Jalan Nguyen Van Cong, Kecamatan 3, Distrik Go Vap, Kota Ho Chi Minh. Masuk tentara pada September 1978, pada Februari 1979, ia bersama dengan kawan sekesatuannya berkedudukan di pegunungan Dong Rek. Dari waktu itu, dalam proses pertempuran dan bekerja di Kamboja, ia bertekad belajar bahasa Khmer agar supaya bekerja sama tempur sekaligus membantu warga Kamboja memproduksi dan melakukan usaha revolusioner. Meskipun mengalami banyak kesulitan, tetapi ia tetap menyelesaikan tugas dengan baik serta memupuk bahasa Khmer.

Pada 1980, saya beruntung mendapat perhatian Partai Komunis dan Negara Vietnam yang menghadiahkan satu buku catatan, di dalamnya dituliskan beberapa kata dalam bahasa Khmer. Saya ingin menggunakan buku itu untuk belajar bahasa Khmer. Saya siang-malam belajar bahasa Khmer. Waktu itu pembelajaran menghadapi banyak kesulitan karena harus ikut serta dalam pertempuran sekaligus membantu negara sesaudara Kamboja”.

Pada 1989, bapak Du menyelesaikan tugasnya dan pulang ke tanah air. Ia ditugasi mengajar bahasa Khmer di Sekolah Menengah Perbatasan 2 Markas Komando Tentara Perbatasan. Meskipun sudah pensiun, tetapi dengan keinginan memberikan sumbangan di usia lanjut usia, ia telah ikut serta dalam Pengurus Besar Asosiasi Persahabatan Vietnam-Kamboja, dan menjadi Wakil Harian Direktur Pusat Bahasa Khmer. Kolonel Nguyen Anh Bon – anggota Sekolah Militer KODAM 7 – Kota Ho Chi Minh mengatakan:

“Ia adalah seorang guru yang memiliki pengetahuan yang luas dan dalam. Selain mengajar bahasa Khmer, dia juga mengajar kebudayaan, bahasa, dan adat-istiadat negara Kamboja, sampai gaya hidup, moral seorang prajurit tentara serta warga Vietnam. Di kemudian hari, ketika berpeluang bertemu dengan orang Kamboja atau tentara Kerajaan Kamboja, kami punya syarat untuk mempererat hubungan antara Vietnam dan Kamboja serta meningkatkan posisi Vietnam”.

Di setiap pagi hari, bapak Du berada di kelas-kelas di sekolah militer. Di malam harinya, ia mengajar bahasa Khmer secara gratis di kursus-kursus yang diadakan Pengurus Besar Asosiasi Persahabatan Vietnam-Kamboja, di halaman satu pagoda di kota. Para pelajar adalah komandan, prajurit tentara dan keamanan publik, guru, mahasiswa, dengan keinginan mencari lapangan kerja dalam kecenderungan integrasi ASEAN.

Veteran Perang Tran Quang Du – Penyebar Benih dalam Hubungan Persahabatan Vietnam-Kamboja - ảnh 2Satu kelas bahasa Khmer yang diajari pak guru Tran Quang Du

Vietnam dan Kamboja dalam proses sejarah selalu bahu membahu satu sama lain untuk bersama-sama melawan kaum musuh. Bagi bapak Du, dalam zaman perang, ia belajar bahasa Khmer untuk membantu Kamboja, sedangkan dalam zaman damai, ia mengajar bahasa Khmer untuk membantu generasi muda Vietnam. Karena ia berpendapat bahwa belajar bahasa Khmer akan membuka banyak peluang lapangan kerja. Bapak Tran Quang Du mengatakan:

“Sekarang, grup-grup ekonomi besar berkecenderungan menanam investasi di negara-negara ASEAN. Oleh karenanya, mengetahui satu bahasa negara tetangga sangat berharga, ada banyak peluang bagi para pemuda. Jika para pemuda dapat berbahasa Khmer, maka mereka mendapat banyak peluang dalam pekerjaannya. Kita seharusnya belajar bahasa negara tetangga agar lebih memahami satu sama lain, dan menjadi jembatan penghubung untuk mempertahankan hubungan persahabatan Vietnam-Kamboja semakin teguh”.

Dengan semua upaya dan kontribusi yang diberikan secara tak henti-hentinya, bapak Du telah mendapat Lencana Peringatan Guru dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam. Selain itu, ia juga mendapat sertifikat penerjemah tingkat strategis dari Institut Pertahanan Vietnam. Semua prestasi yang sangat berharga dan sangat dibanggakan itu telah membuktikan sumbangsih yang diberikan bapak Du dalam usaha “menyebarkan benih” untuk hubungan persahabatan antara dua negara, sekaligus menunjukkan kesungguhan hati dan kebanggaan seorang veteran perang terhadap kampung halaman dan bangsa dalam mengaitkan, memperkokoh, dan mengembangkan pekerjaan diplomatik dua negara Vietnam dan Kamboja semakin lebih baik./.

Komentar