Pola ‘Ikan Pemakan Sampah Plastik’ di Pulau Cai Chien, Provinsi Quang Ninh

THU HANG /LE PHUONG
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Setiap tahun, Provinsi Quang Ninh menyambut kedatangan sekitar 10 juta wisatawan. Ini merupakan salah satu sebab meningkatnya jumlah sampah, yang di antaranya sampah plastik. 
Pola ‘Ikan Pemakan Sampah Plastik’ di Pulau Cai Chien, Provinsi Quang Ninh - ảnh 1Setiap tong sampah ikan ini bisa “memakan” 400-500 kilogram botol plastik. (Foto: VOV) 

Menghadapi situasi ini, Provinsi Quang Ninh telah melakukan beberapa cara guna mengurangi jumlah sampah plastik yang mengotori lingkungan. Apabila Teluk Ha Long mengganti seluruh produk plastik dalam aktivitas jasa dan wisata di teluk, maka Pulau Co To mengganti dengan tas belanja plastic pakai ulang dan benda-benda daur ulang. Sementara itu Pulau Cai Chien mengklasifikasikan jenis sampah dengan tong sampah yang berbentuk ikan besar di pantai.

Tong sampah berbentuk ikan yang bertuliskan: "Beri Saya Sampah" merupakan gagasan Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh dari Badan-badan Provinsi Quang Ninh yang berkoordinasi dengan Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh Kecamatan Cai Chien. Pola ini telah dilaksanakan di feri dan pantai di Kecamatan Cai Chien, Kabupaten Hai Ha selama beberapa bulan ini.

Tong sampah ini dibuat dari rangka besi dan bentuknya dibuat dari jaring ikan, dengan panjang sekitar 5 meter, tinggi sekitar 2 meter. Setiap tong sampah ikan ini bisa “memakan” 400-500 kilogram botol plastik. Tidak hanya memberi kesan bersih, “ikan-ikan” ini juga mengandung pesan tentang lingkungan, memacu para wisatawan dan warga untuk berinisiatif membuang sampah plastik sesuai dengan ketentuan. Luu Ha An, seorang wisatawan wanita dari Provinsi Hoa Binh mengungkapkan:

Setiba di feri, wisatawan segera melihat “seekor ikan” berwarna biru yang menganga mulutnya untuk meminta sampah. Hal ini sangat membuat kami kagum. Menurut saya, seharusnya cara ini disebarluaskan di objek-objek wisata lainnya di pulau”.

Sekarang di Pulau Cai Chien ada 6 “Ikan Pemakan Sampah Plastik”. Sejak ada “ikan-ikan” raksasa ini, warga di pulau berinisiatif menyosialisasikan kepada wisatawan, menggerakkan semua orang untuk bersama-sama mengklasifikasikan jenis sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan. Luong Xuan Thu, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Cai Chien, Kabupaten Hai Ha, mengatakan:

“Bukan hanya wisatawan saja, tetapi warga setempat juga sangat menyambut cara ini, karena bisa melindungi linkungan hidup. Pada awalnya, warga membuang sampah sembarangan, tetapi setelah disosialisasikan, mereka sangat sadar untuk membuang botol bekas pakai ke dalam “tong sampah ikan”. Setelah itu, truk sampah milik kecamatan akan datang untuk mengumpulkannya setiap hari”.

Bersamaan dengan penerapan pola “Ikan Pemakan Sampah Plastik”, Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh Kecamatan Cai Chien juga mengorganisasikan tim-tim untuk membersihkan pantai, memacu restoran-restoran dan hotel menggunakan tong-tong sampah menurut pola “Ikan Pemakan Sampah Plastik” sesuai dengan kondisi masing-masing. Pemerintah daerah juga berinisiatif mengurangi sampah plastik dengan upaya seperti: menggunakan botol gelas sebagai pengganti botol plastik sekali pakai di konferensi dan lokakarya; mengganti sedotan plastik menjadi sedotan kertas; menggunakan tas daur ulang dari kain. Nguyen Thi Thanh Van, Wakil Direktur Pusat Bantuan Pengembangan Hijau (GreenHub) menjelaskan:

“Saya hanya ingin agar kita bersama-sama melakukan tindakan konkret untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, di samping berusaha mengurangi, mendaur ulang, dan memakai kembali benda-benda plastik”.

Sampah plastik sedang menjadi masalah global yang sangat pelik. Oleh karenanya, dengan langkah-langkah inisiatif pemerintah daerah, setiap keluarga dan setiap warga Kecamatan Cai Chien kini aktif melaksanakan slogan “Katakan Tidak pada Sampah Plastik”, yakni dimulai dari tindakan-tindakan yang paling kecil. Melalui hal itu akan meningkatkan kesadaran warga dan generasi-generasi di kemudian hari dalam melindungi lingkungan hidup. 

Komentar