Biduan Pham Thi Hue-orang yang menjaga nyala api terhadap seni lagu rakyat Ca Tru

Huong Tra
Chia sẻ
(VOVworld) – Di dunia lagu rakyat Ca Tru Vietnam, semua orang mengenal Kepala Kelub Lagu Rakyat Ca Tru Thang Long.

(VOVworld) – Di dunia lagu rakyat Ca Tru Vietnam, semua orang mengenal Kepala Kelub Lagu Rakyat Ca Tru Thang Long. Yaitu biduan Pham Thi Hue, seorang wanita yang berhasrat menjaga dan menyosialisasikan ragam seni tradisional yang khas dari bangsa Vietnam yang baru saja mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Pusaka Budaya Nonbendawi dari Umat Manusia yang perlu dilindungi. Sebagai pendiri kelub ini dan juga sebagai pelopor dalam merevitalisasikan cara nyanyi di pintu balai desa, hingga kini, biduan Pham Thi Hue telah mencapai sukses dalam membangun ruang lagu rakyat Ca Tru kuno secara teratur setiap  Kamis malam dan Sabtu malam di Kuil Quan De, Jalan Hang Buom, nomor 28, Kota Hanoi. 



Biduan Pham Thi Hue-orang yang menjaga nyala api terhadap seni lagu rakyat Ca Tru - ảnh 1
Biduan Pham Thi Hue (di tengah)
(Foto : VOV)

 

Pada pukul 19.00, Sabtu malam, dalam ruang yang klasik dan megah di Kuil Quan De di tengah-tengah sektor kota kuno Hanoi, kira-kira 20 tamu telah duduk memadati  kamar luar kuil ini untuk siap menikmati acara-acara seni lagu rakyat Ca Tru dari Kelub Lagu Rakyat Ca Tru Thang Long. Mereka adalah orang-orang Vietnam yang mencintai irama lagu rakyat tradisional atau orang-orang Vietnam yang belum mengenal ragam seni ini atau para wisatawan yang ingin mencari tahu dan menikmati satu ragam seni rakyat Vietnam. Semuanya tenggelam dalam nyanyian-nyanyian yang dipertunjukkan oleh biduan Pham Thi Hue.

Untuk memulihkan satu ragam seni yang sedang  punah menjadi atraktif dan dikenal kembali oleh banyak orang seperti dewasa ini, biduan Pham Thi Hue telah mengalami banyak pasang-surut dan latihan yang susah-payah. Lagu rakyat Ca Tru sangat memilih pemain. Ada orang yang belajar dari usia 5-6 tahun, tapi sampai usia 17-18 baru bisa untuk sementara dikatakan berhasil. Dalam pada itu, pada usia 30 tahun, biduan Pham Thi Hue baru bisa mengikuti para artisan di kalangan lagu rakyat Ca Tru. Akan tetapi mungkin karena diberkahi oleh Tuhan, maka dia belajar sangat cepat. “Sampai tahun 2000, saya baru bertemu dengan artisan Nguyen Phu De dan artisan Nguyen Thi Chuc. Pada waktu itu,  setiap kali belajar, saya merasa sangat antusias. Impian saya ialah bagaimana berhasil belajar hal-hal yang paling indah dan baik dari para artisan ini”.

Anak perempuannya yang berusia 10 tahun, Nguyen Hue Phuong juga adalah seorang biduan muda dari kelub ini yang mandapat warisan kejuruan dan berjalan seperjalanan dengan ibunya dalam pertunjukan-pertunjukan di Kuil Quan De. Menurut biduan Pham Thi Hue, dia selalu berpikir-pikir bagaimana agar ada banyak orang yang mengenal lagu rakyat Ca Tru, khususnya kalangan muda. Dia mengatakan: “Pada permulaannya, Phuong yang baru berusia 5-6 tahun adalah salah satu anak-anak pertama yang menempuh jalan itu. Banyak orang berpikir bahwa lagu rakyat Ca Tru hanya diperuntukkan bagi para orang tua. Tapi Phuong menegaskan bahwa orang remaja juga bisa menyanyikan lagu rakyat Ca Tru dan mencintai seni lagu rakyat Ca Tru. Dari situ, ada banyak pemuda lain juga turut belajar. Kesenjangan antara pemuda dengan seni lagu rakyat Ca Tru tidak jauh lagi”.

 

Biduan Pham Thi Hue membuka kursus-kursus pengajaran seni lagu rakyat Ca Tru dan siswanya  menyumbangkan biaya secara sukarela. Setiap bulan sekali, para siswa dan biduan dari Kelub Lagu Rakyat Ca Tru Thang Long akan melakukan pertunjukan secara gratis pada hari Sabtu pertama dalam bulan. Ini juga merupakan  satu cara bagi dia untuk membawa seni lagu rakyat Ca Tru lebih dekat dengan massa rakyat dan melestarikan ragam seni tradisional ini. Waktu 10 tahun  melakukan kejuruan, tapi hingga sekarang ini, dia masih ada banyak pemikiran. “Saya juga berusaha melakukan konservasi dan tidak berpikir mencari uang dalam usaha konservasi ini agar tujuan konservasinya lengkap. Akan tetapi, ketika mempertunjukkan  seni lagu rakyat Ca Tru ke sektor kota kuno untuk penonton di dalam dan luar negeri, maka saya melihat kalau terus melakukan pertunjukan menurut satu jalan yang lama ini, maka pada masa depan, seni lagu rakyat Ca Tru tetap tidak bisa mendapat tempat berdiri. Para penonton dewasa ini sangat sulit dilayani. Dewasa ini, jaringan internet telah mengkonektivitaskan semua ragam seni. Ini merupakan satu tantangan yang sangat besar”.

Semakin menghadapi kesulitan dan tantangan, biduan Pham Thi Hue semakin berupaya keras untuk mencari kesempatan menyosialisasikan musik tradisional. Tidak hanya di panggung dan di podium pengajaran saja, dia juga menyelenggarakan pertunjukan-pertunjukan  dan pengajaran di banyak negara seperti Taiwan (Tiongkok), Republik Korea, Amerika Serikat, Australia dan Thailand, meninggalkan kesan-kesan yang mendalam tentang ragam seni intisari Vietnam dalam hati para pendengar asing.

Pada pukul 21.00, acara pertunjukan berakhir. Para anggota Kelub Lagu Rakyat Ca Tru Thang Long menyampaikan salam kepada para pendengar di tengah-tengah tepukan tangan mereka. Semua orang nampaknya  bangun dari ruang yang lama. Para biduan yang santun bersama-sama  memberikan bimbingan kepada  para wisatawan  supaya memainkan berbagai jenis instrumen musik tradisional. Sebelum kembali, para tamu tidak lupa memberikan kartu yang disiapkan oleh panitia penyelenggara ke dalam kotak, satu cara memberikan pemujian kepada para biduan tentang satu acara pertunjukan yang  bagus. 

Komentar