Ada Satu Budaya Kuliner Bernama Pho

Chia sẻ
(VOVWORLD) - Di antara masakan-masakan tradisional Vietnam, “Pho” merupakan masakan khas tradisional yang disukai banyak orang. “Pho” berada di mana saja, di jalan-jalan pedesaan sampai gang-gang di kota, warung-warung makan biasa, restoran-restoran megah, bahkan juga dijual para pedagang kaki lima. Sejak lama Pho sudah menjadi satu ciri budaya orang Vietnam, terutama di Hanoi.
Ada Satu Budaya Kuliner Bernama Pho - ảnh 1Pho berada di mana saja di seluruh Vietnam, akan tetapi, Pho di Hanoi memang yang paling terkenal (Foto: pasgo.vn)  

Pho mempunyai perbedaan resep di setiap daerah, Pho berada di mana saja di seluruh Tanah Air. Akan tetapi, Pho di Hanoi memang yang paling terkenal. Di Hanoi terdapat banyak warung Pho ternama yang berkaitan dengan nama cikal bakal kerajinan tradisional, alamat jalan, atau diberi nama menurut cara bermain kata-kata. Bisa menyebut Pho Bat Dan, Pho Ly Quoc Su, Pho Thin, Pho Suong, Pho Vui, dan lain-lain. Ada juga sistem Pho milik marga keluarga Co yang berasal dari Provinsi Nam Dinh. Hampir semua warung Pho ini sudah berusia 50-70 tahun, diwariskan dari generasi ke generasi. Nguyen Van Quy, pemilik warung Pho Suong, di Jalan Dinh Liet, Hanoi, mengatakan:

“Ayah saya menjual Pho sejak tahun 1930. Dan kami juga ikut menjual Pho Suong sampai sekarang. Dalam keluarga saya tidak ada orang yang bernama Suong, nama Pho Suong itu hanya merupakan satu nama biasa”.

Ada Pho Ayam, ada Pho Sapi, tetapi ketika menyebut Pho, orang-orang biasanya berpikir tentang Pho Sapi karena usia Pho Sapi lebih tua. Menurut para peneliti, Pho Sapi resmi muncul pada awal abad XX, kemudian baru ada Pho Ayam.

Ada Satu Budaya Kuliner Bernama Pho - ảnh 2Satu warung Pho Suong di Kota Hanoi (Foto: kenh14.vn) 

Bahan-bahan untuk membuat Pho meliputi: daging sapi, kecap ikan, jahe, garam, dan rempah-rempah lain seperti: bunga lawang, cengkih. Akan tetapi, yang paling penting adalah kuahnya. Supaya kuahnya terasa sedap, setiap warung dan brand Pho memiliki kiat sendiri, dan setiap pelanggan memilih satu warung “favorit” untuk menikmatinya.

- Saya merasakan lebih cocok dan lebih enak dari warung-warung Pho yang lain.

- Setiap kali berkunjung ke Hanoi, saya harus makan Pho di warung favorit saya. Beberapa tahun sudah lewat, tetapi warung Pho ini tidak ada perubahan, dan kualitasnya tetap tidak berubah.

- Orang Hanoi punya kebiasaan makan Pho pada pagi hari. Jadi saya merasa sangat rindu makan Pho ketika tinggal jauh dari kota ini.

Di Vietnam, di setiap daerah ada masakan-masakan yang sangat halus, tetapi pada pokoknya, ketika menyebut kuliner Vietnam, orang-orang biasanya berpikir tentang kuliner Hanoi. Dan dalam kuliner di Hanoi, Pho tetap menduduki posisi yang sangat penting. Tidak bisa percaya bahwa ada seseorang di Hanoi yang belum pernah makan Pho. Pho bisa dimakan setiap hari, seperti nasi. Tidak peduli miskin atau kaya, semua orang bisa memasuki warung Pho. Orang-orang bisa makan Pho kapan pun dalam satu hari. Makan Pho sudah menjadi ciri budaya khas. Oleh karenanya para wisatawan atau orang-orang dari daerah lain ketika datang ke Hanoi akan merasa terheran-heran melihat para pelanggan antri lama untuk menunggu membeli Pho, dan melayani diri sendiri. Ketika menjelaskan hal ini, Vinh Quyen, seorang warga Hanoi mengatakan:

“Banyak orang bertanya-tanya kenapa orang Hanoi bisa antri lama-lama dan melayani diri sendiri. Itu juga ada alasannya. Mengapa orang-orang bisa berdiri makan Pho, karena menurut saya budaya makan Pho ada perbedaan. Orang-orang datang untuk makan Pho, bukan untuk berbincang-bincang. Hanya perlu makan satu mangkok Pho yang enak. Setelah selesai makan, tidak perlu ada orang yang melayani mereka. Itu merupakan cara menikmati saja, dan itu merupakan perbedaan”.

Ada Satu Budaya Kuliner Bernama Pho - ảnh 3 Warung-warung Pho Ly Quoc Su selalu ramai (Foto: vietnammoi.vn)

Pho Vietnam sudah masuk ke dalam banyak karya ciptaan para pengarang terkenal Vietnam. Orang Vietnam selalu bangga memperkenalkan kepada para sahabat mancanegara tentang kuliner yang beraneka-ragam dan unik negaranya, di antaranya Pho sudah menjadi “Duta Kuliner”, turut memuliakan kebudayaan Vietnam kepada para sahabat mancanegara.

Dari generasi ke generasi orang Vietnam, Pho dianggap sebagai “jiwa negara, kehalusan negara”. Kehalusan dalam cara memasak Pho, cara mengombinasikan rempah-rempah Pho telah menciptakan selera yang menaklukkan para pelanggan yang paling rewel, termasuk para kritikus kuliner, dan para koki kenamaan di dunia. Hal itu telah membuktikan gaya hidup dan perkembangan kuat dari suatu masakan nasional yang sangat disukai penikmatnya./.

Komentar