Membangun infrastruktur konektivitas Internet untuk Segala dalam Revolusi Industri 4.0

Anh Huyen
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Viet Nam sedang membuat strategi sains-teknologi dan pembaruan yang kreatif, visi sampai tahun 2035 skenario Revolusi Industri 4.0. Salah satu di antara masalah - masalah teras yaitu teknologi harus diterapkan dalam semua bidang profesi, bidang sosial-ekonomi dan membuka pasar Internet untuk Segala, membangun infrastruktur konektivitas Internet untuk Segala guna mengabdi dengan baik Revolusi Industri 4.0 sedang menjadi prioritas primer.
Membangun infrastruktur konektivitas Internet untuk Segala dalam Revolusi Industri 4.0 - ảnh 1Ilustrasi (Foto: VNA) 

Pengertian Internet untuk Segala atau juga disebut sebagai Jaringan segala dalam konektivtas internet (Internet of think – IoT) muncul baru-baru ini, pada latar meledaknya teknologi global. IoT dimengerti secara sederhana bisa membantu melakukan otomatisasi di hampir semua bidang sosial-ekonomi, tidak perlu ada interaksi langsung antara manusia dan manusia, atau antara manusia dan komputer. Phan Thanh Son, Direktur Teknologi dari FPT IS memberitahukan:

“IoT bertujuan untuk menciptakan konektivitas yang lebih pintar dengan data terakhir yang diberikan kepada manusia. Ini juga merupakan peralatan baru untuk membantu masnusia menciptakan kanal-kanal pertukaran informasi guna saling menunjang, membantu dan melakukan interaksi. Misalnya, dulu ketika ada gejolak-gejolak atau insiden yang bersifat global, para pemimpin dari berbagai Pemerintah harus langsung melakukan pertemuan, oleh karena itu kesempatan untuk menangani masalah itu bisa terlewati, tapi sekarang ini kanal konektivitas itu bisa sangat cepat dilakukan melalui teknologi”.

Menghadapi dampak Revolusi Industri 4.0 dan teknologi digital, pembangunan satu infrastruktur konektivitas IoT untuk mengabdi dengan baik Revolusi Industri 4.0 sedang menjadi kebutuhan mendesak dari Viet Nam.

Guna mendorong kuat semua bidang produksi, mempercepat proses pergantian digital nasional dan membangun masyarakat pintar, Viet Nam sedang berupaya keras agar sampai tahun 2020 pada pokoknya akan menjadi negara yang menjamin secara baik infrastruktur konektivitas IoT. Pemerintah Viet Nam juga sedang membuat strategi sains -teknologi dan pembaruan kreatif, visi sampai tahun 2035 skenario Revolusi Industri 4.0 untuk Viet Nam. Pada satu lokakarya yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh baru-baru ini, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Viet Nam, Chu Ngoc Anh menekankan:

“Seluruh dunia sedang berkecenderungan memperkuat kerjasama, melakukan konektivitas ekonomi internasional berdasarkan pada prestasi-prestasi dan perkembangan sains-teknologi dan pembaruan yang kreatif, khususnya teknologi-teknologi titik berat dari Revolusi Industri 4.0 telah dan sedang mengubah secara mendalam kehidupan sosial. Bagi Viet Nam, mendekati visi strategis, menetapkan kesempatan dan tantangan pada latar Revolusi Industri 4.0 merupakan jalan yang cepat dan berhasil-guna untuk memilih pengarahan-pengarahan dan solusi nasional, menciptakan langkah perkembangan terobosan, memperpendek kesenjangan tentang level perkembangan terhadap negara-negara lain di dunia”.

IoT sedang dan akan merupakan kecenderungan teknologi yang berkembang kuat pada waktu mendatang. Sekarang, era IoT baru berada di tahap permulaan dan kesempatan untuk memelopori kecenderungan ini akan terbagi secara merata kepada semua negara, di antaranya ada Viet Nam. IoT mempunyai banyak potensi untuk diterapkan di bidang pertanian, kesehatan, tekstil dan produk tekstil serta bidang-bidang unggulan yang dimiliki Viet Nam.

Keunggulan Viet Nam dalam era IoT ialah sumber daya manusia muda beserta terobosan tentang teknologi informasi. Sekarang, Viet Nam sedang giat menggelarkan solusi-solusi untuk bisa merealisasikan strategi Viet Nam sampai tahun 2020 ialah menyempurnakan infrastruktur IoT guna menguasai kesempatan-kesempatan yang diberikan Revolusi Industri 4.0. Salah satu di antara kebijakan-kebijakan itu ialah memacu badan-badan usaha Viet Nam membangun fundasi IoT teras nasional, jadi tidak semata-mata membeli dan menerapkan teknologi. Badan-badan usaha Viet Nam sedang berangsur-angsur mendekati kesempatan konektivitas global, dari situ menetapkan opsi dan strategi untuk melakukan invetasi dan memproduksi produk-produk IoT sesuai dengan keunggulannya sendiri. Sangat mungkin pada waktu mendatang, alih-alih melakukan prosesing perangkat lunak untuk dunia, Viet Nam akan menciptakan nilai-nilai internal sendiri dalam mengembangkan perangkat lunak.

Komentar