Provinsi Udonthani – Thailand mendorong pariwisata

Kelompok wartawan VOV
Chia sẻ
(VOVWORLD) - Terletak jauhnya kira-kira 560 Km dari Bangkok, Ibukota Thailand, selain keunggulannya dengan banyak destinasi wisata terkenal dan bermacam ragam wisata yang beraneka-ragam, Udonthani – satu provinsi di Thailand bagian timur laut juga mempunyai jalan yang sangat kondusif, termasuk penyambungan dengan obyek-obyek wisata di Thailand dan negara-negara lain di kawasan. Apakah justru hal ini telah membuat Udonthani semakin menjadi menarik bagi wisata domestik dan wisatawan mancanegara.

“Provinsi Udonthani mempunyai banyak hal untuk mengembangkan pariwisata. Yang pertama ialah agama, di tempat kami ada banyak pagoda. Yang kedua ialah kami mempunyai kebudayaan yang beraneka-ragam, provinsi ini merupakan tempat pemukiman orang Thai, orang Thai keturunan Tionghoa dan orang Thai keturunan Vietnam.  Dan yang ketiga ialah pemandangan alamnya sangat indah, misalnya ada danau bunga teratai, yang dimisalkan sebagai danau air tawar terindah nomor dua di dunia. Selain itu, kami juga memiliki pusaka-pusaka dunia, tempat di mana ada kebudayaan dengan usianya lebih dari 5000 tahun seperti dukuh Banchieng. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Provinsi Udonthani memiliki banyak obyek wisata dan Anda bisa berwisata ke Udonthani tanpa harus memilih musim”.

Untuk membuktikan kata-kata-nya, bapak Wattana Puttichat – Gubernur Provinsi Udonthani mengantar rombongan kami berkunjung ke desa “homestay” Chieng Hoe, di Kabupaten Kumpawapi - desa dengan usianya lebih dari 170 tahun, di bagian timur laut, jauhnya kira-kira 17 Km dari pusat Kabupaten Kumpawapi.

Provinsi Udonthani – Thailand mendorong pariwisata - ảnh 1Saudari Uongthong membuat masakan dari bunga teratai (Foto: VOV) 

Di tengah-tengah terik matahari yang panas pada siang hari, Desa Chieng Hoe muncul dengan warna yang hijau segar dan sentosa tenteram. Di desa ini ada kira-kira 900 kepala keluarga dan semuanya mendaftarkan nama ikut serta dalam pola “homestay”. Dengan mengenakan sarung tradisional warga etnis minoritas Thai yang bermotif bunga teratai, saudari Uongthong, Kepala Asosiasi “Homestay” di Desa Chieng Hoe, dengan senyuman menyambut kami dan memakaikan kalung yang dibuat dari bunga segar yang wangi pada leher kami. Kami diundang minum teh bunga teratai dengan sedotan adalah tubuh bunga teratai dan makan masakan-masakan khas dengan bunga teratai sebagai bahan utama.

“Kami mengantar wisatawan dengan naik perahu untuk menangkap ikan, melihat bermacam jenis burung di daerah. Kami juga mengantar mereka memetik bunga teratai untuk membuat teh dan masakan-masakan dari jenis bunga ini”.

Saudari Uongthong dengan gembira menambahkan bahwa sejak mengembangkan pola wisata ini, pendapatan dia dan warga di desa ini mencapai kira-kira 100 – 150 USD per bulan.

Selain pemandangan alam yang beraneka-ragam dan aspek-aspek budaya tradisional, untuk menyerap kedatangan wisatawan, Provinsi Udonthani juga mengembangkan perhubungan untuk meningkatkan posisi geografis provinsi ini di Thailand bagian timur laut. Hampir semua provinsi di Thailand mempunyai lini penerbangan langsung yang bersambung dengan Provinsi Udonthani. Wattana Puttichat memberitahukan:

“Udonthani merupakan pusat sub-kawasan di daerah timur laut Thailand, menyambungkan negara-negara di sub-kawasan sungai Mekong ke Laos, Vietnam, Tiongkok dan Thailand bagian selatan. Pada masa depan yang dekat, pariwisata, khususnya jalan kereta kecepatan tinggi (ekspres) akan disambungkan dengan Vientiane, Ibukota Laos. Hal ini berarti bahwa pintu-pintu wisata akan datang dengan Udonthani. Ada banyak potensi, termasuk kemudahan mobilitas, misi-misi penerbangan yang mengkonektivitaskan semua daerah di seluruh Thailand. Setiap hari, bandara di provinsi kami menyambut kedatangan 2,6 juta wisatawan dengan jumlah 60 misi penerbangan pulang-pergi”.

Selain mengembangkan infrastruktur lalu lintas serta produk-produk yang khas daerah, Provinsi Udonthani juga ingin  mengembangkan olahraga menjadi pusat di kawasan dan menjadi tempet pertemuan bagi para atlet. Dari kebijakan-kebijakan mendorong kegiatan-kegiatan olahraga menjadi kegiatan sehari-hari untuk warga setempat, penyelenggaraan lomba-lomba seperti Jet ski, marathon dan sebagainya dengan partisipasi dari puluhan ribu orang dalam dan luar negeri, pemimpin provinsi ini juga ingin membuat olahraga menjadi bidang wisata untuk menciptakan pendapatan bagi warga setempat./.

Komentar